Cetak Wirausaha Muda, Dispora Kukar Perkuat Pendampingan Klinik WPM

Kadispora Kukar, Aji Ali Husni. (Voxnews.id)

Caption: Kadispora Kukar, Aji Ali Husni. (Voxnews.id)

TENGGARONG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong semakin banyak generasi muda terjun ke dunia usaha melalui program Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM). Program ini diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi pemuda sekaligus membuka peluang terciptanya lapangan pekerjaan baru.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan Klinik WPM merupakan bagian dari program dedikasi Bupati Kukar dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya kalangan pemuda.

Melalui program tersebut, Dispora memberikan pendampingan kepada pemuda dengan berbagai tahapan usaha. Mulai dari mereka yang baru memiliki keinginan untuk berwirausaha, pelaku usaha yang sedang berjalan, hingga pemilik bisnis yang ingin memperluas skala usahanya.

“Klinik ini secara konsisten memberikan pelayanan kepemudaan, mulai dari pendampingan semangat kewirausahaan bagi teman-teman yang baru ingin memulai usaha, sampai mendampingi mereka yang sudah menjalankan usaha agar bisa berkembang,” ucap Aji Ali Husni, Jumat (30/10/2026).

Pendampingan yang diberikan tidak hanya berupa motivasi, tetapi juga pembinaan langsung dengan melibatkan praktisi kewirausahaan dan tenaga pendidik yang memiliki pemahaman di bidang ekonomi serta manajemen usaha.

“Selain itu, kami juga turut memberikan pendampingan terkait pelatihan digitalisasi untuk membantu pelaku usaha muda,”jelasnya.

Aji menilai, akses terhadap pendampingan langsung menjadi penting agar pemuda memiliki bekal yang cukup dalam menjalankan bisnis. Selama ini, sebagian calon wirausaha mungkin hanya mengandalkan pengalaman orang lain atau mempelajari teori secara mandiri melalui berbagai platform digital.

“Kalau selama ini mereka mungkin hanya belajar dari pengalaman teman, melihat cerita atau teori di YouTube, melalui Klinik WPM mereka bisa mendapatkan pendampingan langsung secara teori maupun praktik dari para ahli dan praktisi,” ujarnya.

Selain meningkatkan keterampilan berusaha, pemerintah daerah juga berupaya mengubah pola pikir generasi muda mengenai pilihan pekerjaan. Aji mengatakan pemuda di Kukar diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pekerja di perusahaan, terutama pada sektor pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit.

“Sektor usaha mandiri perlu menjadi alternatif bagi generasi muda dalam membangun masa depan ekonomi. Terlebih, ketergantungan terhadap lapangan kerja di sektor tertentu tidak selalu dapat dipertahankan dalam jangka panjang,”tuturnya.

Menurutnya, tumbuhnya pelaku usaha dari kalangan pemuda dapat memberikan manfaat lebih luas. Selain memperkuat perekonomian keluarga, usaha yang dikembangkan juga berpeluang menyerap tenaga kerja dan menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat lainnya.

“Kita ingin bagaimana pemuda bisa masuk dalam posisi sebagai pelaku usaha. Dengan begitu, mereka dapat memperkuat ekonomi keluarga sendiri, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan,” tutupnya. (Adv/Hae)

Ikuti VOXnews di Google Berita

.

Bagikan berita ini:

-

VOXnews