TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyosialisasikan kebijakan wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah sebagai upaya memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD) sebelum memasuki sekolah dasar (SD).
Kegiatan publikasi dan sosialisasi strategi pelaksanaan wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah 2026 tersebut digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Senin (26/10/2026).
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan kebijakan tersebut mendorong setiap anak mengikuti pendidikan prasekolah selama satu tahun sebelum masuk SD. Pendidikan pada tahap ini dinilai penting untuk mempersiapkan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
“Bukan lagi 12 tahun, tetapi sudah 13 tahun. Sebelum masuk SD, anak-anak kita diharapkan mengikuti pendidikan PAUD selama satu tahun,” ucap Heriansyah.
Menurutnya, pendidikan usia dini tidak hanya berfokus pada kesiapan akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Melalui pendidikan prasekolah, anak diharapkan mulai mengenal nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, kejujuran, dan kepercayaan diri sebagai bekal dalam proses tumbuh kembangnya.
Heriansyah menjelaskan, penguatan pendidikan sejak usia dini juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda Kukar untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu menjadi perhatian, mengingat pembangunan daerah tidak dapat terus bergantung pada sumber daya alam.
“Pergeseran dari sumber daya yang ekstraktif ke non-ekstraktif harus dilakukan. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik dari sisi kompetensi, keterampilan, maupun integritas,” ujarnya.
Dalam mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut, Kukar memiliki sekitar 500 satuan pendidikan PAUD, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di berbagai wilayah. Disdikbud Kukar juga terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran anak usia dini.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah alat peraga edukatif. Heriansyah mengatakan, fasilitas tersebut berperan penting dalam mendukung metode pembelajaran PAUD yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
Melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, anak-anak dapat belajar sekaligus mengembangkan kemampuan sosial dan kemandirian. Karena itu, ketersediaan alat peraga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan pendidikan prasekolah.
“Yang paling banyak dibutuhkan adalah alat peraga. Anak-anak bisa bermain dengan nyaman dan senang. Itu juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mereka,” tuturnya.
Sosialisasi tersebut turut melibatkan berbagai mitra pendidikan anak usia dini, termasuk Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), organisasi mitra PAUD, serta tokoh masyarakat. Pelibatan berbagai pihak itu menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan prasekolah.
Heriansyah menegaskan, pemerataan akses pendidikan juga perlu diperhatikan agar anak-anak di seluruh wilayah Kukar memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah sebelum memasuki SD.
“Pemerataan akses menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar anak-anak di seluruh wilayah Kukar dapat mengikuti pendidikan prasekolah sebelum memasuki SD,” pungkasnya. (Adv/Hae)