TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, belum memastikan rencana pemanfaatan Gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di Tenggarong Seberang sebagai lokasi perkantoran bagi aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah daerah masih akan meninjau rencana tersebut dengan mempertimbangkan jarak tempuh pegawai menuju lokasi.
Aulia mengatakan, pemindahan aktivitas perkantoran ke gedung tersebut perlu dikaji terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kendala bagi ASN, terutama terkait jarak dari tempat tinggal menuju lokasi kerja.
“Isunya seperti itu. Akan tetapi, nanti kita coba tinjau. Jangan sampai itu juga menjadi kendala bagi teman-teman ASN karena jaraknya yang cukup jauh,” ucap Aulia, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, Gedung Diklat BKPSDM pada dasarnya disiapkan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan serta peningkatan kapasitas ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar. Karena itu, pemanfaatannya masih diarahkan agar selaras dengan fungsi utama fasilitas tersebut.
Aulia menyebut pemerintah daerah masih mempertimbangkan kemungkinan menempatkan sejumlah bagian yang berkaitan langsung dengan pengelolaan pendidikan dan pelatihan di gedung tersebut. Dengan demikian, pemanfaatan fasilitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanpa mengabaikan fungsi utamanya.
Selain untuk pelatihan ASN, gedung itu juga diarahkan menjadi lokasi pelaksanaan program Kukar Siap Kerja yang dijalankan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kukar.
Program tersebut diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas milik pemerintah daerah untuk mendukung pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.
Aulia menilai, penggunaan fasilitas pemerintah sebagai tempat pelatihan dapat membantu menekan biaya penyelenggaraan program. Dengan tersedianya tempat milik pemerintah daerah, biaya yang dibebankan dalam pelaksanaan pelatihan berpeluang lebih rendah sehingga jangkauan penerima manfaat bisa diperluas.
“Kalau kita menyediakan tempat, mungkin kontribusinya bisa lebih rendah lagi. Sehingga, yang menerima manfaat dari proses pelatihan ini bisa lebih banyak,” pungkasnya. (Adv/Hae)