TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) siap membantu Pemerintah Kota Samarinda menangani persoalan sodetan di Kilometer 2 yang dirancang untuk mengalirkan limpasan air dari wilayah Loa Janan Ilir, Samarinda, menuju Sungai Loa Janan di wilayah Kukar.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pembahasan terkait persoalan tersebut telah dilakukan bersama pihak terkait untuk mencari solusi terbaik. Menurutnya, penanganan sodetan harus memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan persoalan di wilayah lainnya.
“Sudah kita rapatkan kita akan cari jalan keluar yang terbaik untuk warga masyarakat,” ucap Aulia saat ditemui, Senin (28/9/2026).
Ia menyebut pemerintah daerah tidak ingin melihat persoalan tersebut semata-mata berdasarkan batas administrasi antara Samarinda dan Kukar. Menurutnya, yang perlu menjadi perhatian adalah dampak dari pekerjaan tersebut terhadap masyarakat di kedua wilayah.
“Kita tidak melihat apakah ini Samarinda atau Kutai Kartanegara, tetapi kita melihat bagaimana kegiatan yang dilakukan di sana itu bisa memberikan manfaat yang seluas-luasnya, tidak menimbulkan masalah di salah satu sisi,” ujarnya.
Aulia mengatakan Pemkab Kukar telah duduk bersama Pemkot Samarinda dan warga setempat untuk membahas persoalan tersebut. Pertemuan itu diharapkan menghasilkan langkah penanganan yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat di kedua wilayah.
“Kita sudah duduk bersama antara Pemkab Kukar, Samarinda, warga lokal setempat kita cari jalan keluar yang terbaik,” tuturnya.
Ia menegaskan Pemkab Kukar juga siap memberikan dukungan pembiayaan apabila diperlukan untuk menyelesaikan persoalan penanganan sodetan tersebut.
“Jika nanti perlu ada pembiayaan dari Pemkab Kukar kita juga akan menyiapkan pembiayaan supaya ini bisa tertangani dengan baik,” terangnya.
Sodetan Kilometer 2 tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan aliran limpasan air dari wilayah Loa Janan Ilir, Samarinda, menuju kawasan Sungai Loa Janan di wilayah Kukar. (Adv/Hae)