Bupati Kukar Soroti Kondisi Psikologis Korban Kebakaran di Kelurahan Melayu

Kebakaran yang melanda Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kukar. (Voxnews.id)

Caption: Kebakaran yang melanda Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kukar. (Voxnews.id)

TENGGARONG – Pemulihan warga terdampak kebakaran di Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, tidak hanya menyangkut bantuan material dan perbaikan fisik. Kondisi psikologis para korban juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan sebanyak 75 kepala keluarga (KK) terdampak perlu mendapat perhatian dan pemantauan secara menyeluruh selama proses pemulihan. Pemerintah bersama perangkat kelurahan dan komunitas masyarakat diminta memastikan seluruh warga memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan.

“Tadi kami juga menyampaikan kepada lurah bahwa selain pemulihan dari segi fisik, kita juga harus melihat perspektif psikis warga masyarakat kita,” ucap Aulia, Jumat (9/10/2026).

Menurut Aulia, kebakaran tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga berpotensi meninggalkan tekanan emosional bagi warga yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda. Kondisi tersebut perlu diperhatikan agar dampak psikologis akibat musibah tidak berlarut-larut.

Ia menegaskan, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan kebutuhan dasar. Pemerintah juga perlu memastikan kondisi mental warga tetap menjadi bagian dari proses pemulihan.

Aulia menilai, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dukungan perangkat kelurahan dan komunitas masyarakat diperlukan untuk membantu memantau keadaan warga terdampak.

“Ini tentunya pekerjaan besar tidak bisa dikerjakan pemerintah semata, tetapi melalui komunitas kita untuk saling memonitor satu dengan yang lain,” katanya.

Ia meminta agar seluruh keluarga terdampak tetap terpantau selama masa pemulihan. Pemantauan secara berkelanjutan dinilai penting untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan warga, baik dari sisi fisik maupun psikologis.

Aulia juga mengingatkan adanya kemungkinan tekanan emosional yang muncul setelah kebakaran, terutama bagi warga yang harus menghadapi kehilangan dan ketidakpastian mengenai tempat tinggal mereka.

“Kita khawatir pascakebakaran ini meninggalkan luka yang cukup dalam sehingga menimbulkan stres bagi warga kita. Maka, kita pun harus hadir untuk menyelesaikan masalah warga yang bersifat psikis ini,” tuturnya.

Melalui keterlibatan pemerintah, perangkat kelurahan, dan komunitas masyarakat, Aulia berharap seluruh keluarga terdampak mendapatkan perhatian yang memadai. Dengan demikian, pemulihan tidak hanya menyasar kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis warga setelah mengalami musibah. (Adv/Hae)

Ikuti VOXnews di Google Berita

.

Bagikan berita ini:

-

VOXnews