TENGGARONG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan program pembekalan dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat di sejumlah desa dan kelurahan.
Kepala Disnakertrans Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan, program tersebut menyasar kelompok tenaga kerja mandiri yang berada di desa, kelurahan hingga kecamatan.
Pada tahap pertama, program menyasar lima wilayah, yakni Kota Bangun, Muara Wis, Loa Kulu, Sebulu dan Tenggarong.
“Kalau untuk batch pertama ini, tahap pertama ini, Kota Bangun, Muara Wis, Loa Hulu, Sebulu, Tenggarong. Lima dan enam kelompok tenaga kerja mandiri,” ucap Dendy, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Dendy, jumlah penerima manfaat yang ditargetkan mencapai 245 orang. Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah karena tingginya minat masyarakat.
“Kalau target kami 245 orang,” jelasnya.
Dendy menjelaskan, program tersebut tidak ditujukan langsung kepada pemerintah desa. Bantuan berupa peralatan usaha diberikan kepada kelompok masyarakat yang berada di desa, kelurahan maupun kecamatan.
“Pelaksanaan program bersumber dari anggaran pemerintah pusat melalui APBN dan anggaran daerah melalui APBD,” ujarnya.
Untuk program yang bersumber dari APBD, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta hingga Rp700 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk pembekalan, pelatihan keterampilan serta penyediaan peralatan pendukung.
“Kalau dari APBD itu pembekalan pelatihan keterampilan plus dengan peralatannya kurang lebih Rp600 juta sampai dengan Rp700 juta,” ujar Dendy.
Ia mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan kerja, khususnya pada sektor informal.
Selain pelaksanaan tahap pertama, Disnakertrans Kukar berharap program serupa dapat kembali direalisasikan melalui APBD Perubahan 2026.
“Di APBD-P mudah-mudahan bisa lagi terealisasi. Ada beberapa lagi pembekalan, pelatihan keterampilan yang memang menyasar sektor informal,” katanya.
Dendy menjelaskan, penentuan kelompok penerima program dilakukan melalui beberapa jalur usulan. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Disnakertrans Kukar dengan anggota DPRD, termasuk melalui aspirasi dewan dan usulan yang disampaikan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).
Ia mencontohkan pelatihan perbengkelan yang sebelumnya dilaksanakan di Muara Wis. Program tersebut berasal dari usulan Musrenbang.
“Kalau yang di Muara Wis kemarin, perbengkelan itu dari usulan Musrenbang. Kalau yang di Kota Bangun itu dari aspirasi,” pungkasnya. (Adv/Hae)