Ribuan Massa Aksi 214 Kepung Pemprov Kaltim, Ajukan 3 Tuntutan

Ribuan massa aksi saat berorasi di depan gedung Pemprov Kaltim. (Voxnews.id)

Caption: Ribuan massa aksi saat berorasi di depan gedung Pemprov Kaltim. (Voxnews.id)

SAMARINDA – Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat memadati kawasan Gedung Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) di Jalan Gajah Mada, Samarinda, Selasa (21/4/2026) siang.

Gelombang aksi yang datang dari mahasiswa, Organisasi Masyarakat (Ormas) hingga kelompok masyarakat ini menyatu dalam satu tuntutan yakni, meminta pemerintah daerah lebih peka terhadap kondisi rakyat.

Aksi yang dikenal sebagai Aksi 214 itu berlangsung sejak siang hari dengan massa yang terus berdatangan. Mereka membawa berbagai tuntutan yang diarahkan langsung kepada Pemprov Kaltim khususnya Gubernur Rudy Masud, mulai dari evaluasi kebijakan hingga transparansi pengambilan keputusan yang dinilai masyarakat tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat.

Jenderal Lapangan (Jendlap) Aksi 214, Faturahman, menyebut aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan akumulasi kekecewaan publik yang selama ini dianggap tidak mendapat ruang.

“Kita bisa langsung melihat kondisi rakyat,inilah mengapa jangan hanya memikirkan kepentingan pribadi atau fasilitas pejabat saja, sementara kebutuhan masyarakat justru diabaikan,” ujarnya di sela aksi demo.

Tak hanya itu, Faturahman juga menyoroti adanya keputusan dan kebijakan Gubernur Rudy Masud yang tidak sejalan dengan masyarakat. Mulai dari polemik pembelian mobil Gubernur senilai 8,5 miliar, Dinasti Politik, hingga rencana anggaran rumah dinas yang mencapai 25 miliar.

Atas dasar itu, massa aksi menyampaikan sedikitnya tiga tuntutan. Yakni, massa mendesak adanya audit terhadap kebijakan Pemprov Kaltim yang dinilai tidak profesional dan tidak berpihak kepada masyarakat. Kedua, massa aksi juga menyoroti proses pengambilan kebijakan yang dianggap belum transparan.

“Kami menilai, keputusan-keputusan penting belum sepenuhnya melibatkan kepentingan publik secara luas,” ucapnya.

Lanjutnya, tuntutan ketiga diarahkan kepada DPRD Kalimantan Timur. Massa meminta lembaga legislatif lebih aktif menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Hingga sore hari, demonstran masih bertahan di sekitar kawasan Pemprov Kaltim, menunggu kehadiran Gubernur Rudy Masud yang diketahui berada di dalam gedung, untuk keluar berdiskusi ditengah massa aksi. (*)

Ikuti VOXnews di Google Berita

.

Bagikan berita ini:

-

VOXnews