TENGGARONG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pelaksanaan program Etam Sejahtera Siap Kerja untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan, informasi, dan kesempatan kerja.
Kepala Disnakertrans Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan, program tersebut menjadi salah satu fokus pemerintah kabupaten dalam sektor ketenagakerjaan, khususnya untuk mendekatkan akses peningkatan kompetensi kepada tenaga kerja lokal.
“Etam Sejahtera fokus pada sektor ketenagakerjaan, bagaimana akses ketenagakerjaan agar dimudahkan dan didekatkan kepada tenaga kerja lokal,” ucap Dendy, Kamis (24/9/2026).
Salah satu upaya yang dilakukan Disnakertrans adalah memberikan pelatihan kompetensi untuk menjawab kesenjangan antara kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Selain pelatihan, Disnakertrans juga membuka akses informasi lowongan pekerjaan melalui aplikasi Siap Kerja. Pemerintah daerah turut memperkuat perlindungan bagi tenaga kerja rentan serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah pusat, kementerian, dan badan usaha.
“Ini konsen kita agar target-target yang telah ditetapkan bisa tercapai, walaupun dengan keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Dendy mengatakan program Etam Sejahtera Siap Kerja telah menunjukkan capaian dalam pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Target tahunan sebanyak 300 orang yang mengikuti pelatihan telah terlampaui.
“Kalau bicara target dari program Etam Sejahtera Siap Kerja, yang jelas kalau untuk fokus di pelatihan sertifikasi kompetensi, kita sudah melampaui target. Target per tahun itu 300 orang yang dilatih, kita sudah 318 orang,” tegasnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 305 orang mengikuti pelatihan yang bersumber dari APBD Kukar, sedangkan 13 orang lainnya mengikuti pelatihan melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Untuk mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja, Disnakertrans juga memanfaatkan aplikasi Siap Kerja sebagai kanal informasi dan proses rekrutmen secara virtual.
“Perusahaan sebagai pemberi kerja dan pencari kerja sebagai pencari kerja bertemu secara virtual. Prosesnya secara virtual di kanal aplikasi Siap Kerja,” ujarnya.
Dendy mengatakan program sebelumnya lebih banyak menyasar sektor formal dengan tujuan mempertemukan tenaga kerja dengan pemberi kerja. Selanjutnya, pemerintah akan mengakselerasi program pada sektor nonformal dengan mendorong masyarakat menjadi wirausaha mandiri.
“Dalam waktu dekat, mungkin minggu depan dan awal bulan Oktober, kita akan mengakselerasi lagi dan fokus di sektor nonformal,” ujarnya.
Sejumlah jenis usaha yang akan dikembangkan antara lain pertukangan mebel, pembuatan alat kesenian, peralatan olahraga tradisional, serta perbengkelan sepeda motor.
Pelatihan sektor nonformal tersebut rencananya digelar di sejumlah kecamatan, yakni Muara Wis, Kota Bangun, Tenggarong, Loa Kulu, dan Sebulu.
Dendy berharap pelaksanaan program tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha.
“Kalau di sektor nonformal, kita menciptakan owner atau wirausaha mandiri,” pungkasnya. (Adv/Hae)