TENGGARONG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperluas upaya pencarian bibit atlet berprestasi hingga tingkat kecamatan melalui pelatihan dasar bagi pelatih atau pembina cabang olahraga atletik. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas tenaga pembina sekaligus memanfaatkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan perkembangan olahraga atletik di Kukar menjadi peluang untuk menjaring atlet muda potensial. Namun, potensi tersebut perlu didukung ketersediaan pelatih yang memiliki kemampuan dan pemahaman teknik pembinaan sesuai standar.
“Perkembangan atletik di tempat kita ini luar biasa. Semangat lari juga sudah menular ke anak-anak muda. Ini harus kita manfaatkan untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi, khususnya di bidang atletik,” ucap Aji Ali, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga lari belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan tenaga pelatih di berbagai wilayah. Karena itu, pelatihan dasar tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan atletik sekaligus memperluas jangkauan pencarian bakat hingga ke kecamatan.
Pelatihan ini diikuti peserta dari sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Sanga-Sanga, Marangkayu, Kota Bangun, dan Muara Muntai. Setelah mengikuti pelatihan, mereka diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk menemukan dan membina calon atlet di daerah masing-masing.
Aji Ali menjelaskan, pencarian bibit atlet tidak hanya menyasar nomor lari, seperti sprint 100 meter, maraton, dan estafet. Dispora Kukar juga berupaya memperkuat pembinaan nomor lapangan yang selama ini masih menghadapi kendala dalam menemukan atlet potensial.
Nomor yang menjadi perhatian di antaranya tolak peluru, lempar martil, dan lempar cakram. Menurut Aji Ali, nomor lari relatif lebih mudah mendapatkan peminat karena sudah dikenal luas oleh masyarakat. Sementara itu, nomor lapangan membutuhkan upaya pencarian dan pemetaan bakat yang lebih terarah.
“Kalau nomor lari, seperti maraton, sprint 100 meter, dan estafet, relatif mudah kita dapatkan. Namun, nomor lapangan ini yang masih sulit dicari. Karena itu, melalui pelatihan ini kita harapkan ada pemetaan dan pencarian bakat-bakat baru,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan pelatih di berbagai kecamatan dapat membantu mengidentifikasi potensi atlet yang selama ini belum terjangkau pembinaan. Dengan begitu, pencarian atlet tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan atau pusat kabupaten, tetapi juga menjangkau daerah-daerah lain di Kukar.
Selain memperkuat pembinaan di tingkat kecamatan, Dispora Kukar berencana bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mendorong olahraga atletik menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Langkah ini ditujukan untuk membuka kesempatan bagi anak-anak mengenal atletik sekaligus mengembangkan kemampuan mereka sejak usia dini.
Aji Ali mengatakan rencana kerja sama tersebut telah dibicarakan bersama Sofian Sofian selaku ketua pengurus baru cabang olahraga atletik. Ke depan, kedua pihak akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar pembinaan atletik dapat dikembangkan melalui kegiatan sekolah.
“Kita nanti akan datang bersama-sama ke Dinas Pendidikan untuk menjadikan ini bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dari sana diharapkan lahir atlet-atlet baru di Kutai Kartanegara,” katanya.
Aji Ali juga berharap kepengurusan baru cabang olahraga atletik mampu menghadirkan gagasan dan inovasi dalam pembinaan. Keterlibatan orang-orang yang memiliki pengalaman langsung sebagai atlet maupun pelatih dinilai dapat menjadi modal untuk menyusun program yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan atletik di Kukar. (Adv/Hae)