TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan usulan formasi aparatur sipil negara (ASN) untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. Saat ini, pendataan masih dilakukan untuk menghitung kebutuhan guru di setiap jenjang pendidikan dan bidang mata pelajaran.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan jumlah kebutuhan guru masih bersifat dinamis. Hal ini dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun hingga akhir 2026.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengompilasi seluruh data tersebut agar usulan formasi yang diajukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah di lapangan.
“Data ini masih dinamis. Misalnya, ada guru yang akan pensiun sampai akhir tahun. Nanti datanya akan kami kompilasi, kemudian dihitung kebutuhan guru untuk masing-masing bidang mata pelajaran,” ujar Heriansyah, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, proses pemilahan dan analisis kebutuhan guru direncanakan mulai dilakukan pada Desember 2026. Melalui tahapan tersebut, Disdikbud akan memetakan bidang studi yang paling membutuhkan tambahan tenaga pendidik.
Hasil pemetaan nantinya menjadi dasar dalam menentukan jumlah formasi yang diusulkan, baik untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Dengan demikian, pengajuan formasi tidak dilakukan secara merata, melainkan berdasarkan kebutuhan riil setiap bidang mata pelajaran serta ketersediaan tenaga pengajar di masing-masing sekolah.
Heriansyah menyebutkan, pihaknya pada prinsipnya berharap kebutuhan tenaga pendidik dapat dipenuhi melalui formasi PNS. Menurutnya, status tersebut memberikan kepastian kepegawaian secara permanen bagi tenaga pendidik.
“Kalau dari kami tentu mengusulkan formasi PNS. Namun, nanti bagaimana penetapannya tetap menjadi kebijakan pemerintah pusat, apakah melalui PNS atau PPPK,” jelasnya.
Ia berharap hasil pendataan dan analisis yang dilakukan dapat menjadi dasar pemenuhan kebutuhan guru di Kukar. Dengan begitu, pengadaan tenaga pendidik ke depan dapat lebih tepat sasaran, terutama untuk sekolah yang masih kekurangan guru pada bidang studi tertentu. (Adv/Hae)