Anggur Muscat Tercemar Pestisida, Mahal Tapi Bahaya

Anggur Muscat.(ISTIMEWA)

Caption: Anggur Muscat.(ISTIMEWA)

Hai Vox and Voxy! Anggur Shine Muscat berwarna hijau yang segar lagi ramai nih. Bukan karena hal yang positif, tetapi sesuatu yang tidak mengenakkan. Jadi otoritas pangan Thailand menemukan residu pestisida di anggur Muscat ini. Dengan level berbahaya lagi!

Nah loh..gegara kejadian ini, BPOM RI berencana untuk menindaklanjuti dengan mengambil sampel ke beberapa toko atau pasar. Meskipun belum ada laporan yang masuk ke BPOM RI, tapi kita kudu apresiasi dong dengan antisipasinya!

Mungkin banyak orang tahu untuk tidak memakan produk buah maupun sayur yang mengandung pestisida karena berbahaya. Tapi seberapa bahayanya sih untuk tubuh ? Melalui artikel ini, yuk kita pelajari lagi.

APA BAHAYA PESTISIDA?

Pestisida merupakan senyawa kimia yang dipakai untuk memberantas hama dan penyakit tanaman. Pestisida sintetis dan organik ini memiliki efek kesehatan yang berbahaya pada dosis yang lebih tinggi dibandingkan yang biasanya ditemukan pada buah dan sayuran.

Mengerikannya adalah pestisida ini merupakan senyawa kimia yang tak mudah terurai. Kalau sudah masuk ke dalam tubuh, tidak mudah dikeluarkan dan bisa mengendap di dalam tubuh.

Efek paparan yang jangka pendek diantaranya, ketika pestisida terhirup dan masuk ke saluran pernapasan, bisa menyebabkan sakit tenggorokan, pilek, batuk hingga gagal napas.

Kalau masuk ke saluran pencernaan, maka bisa menimbulkan gejala keracunan yakni denyut jantung tak teratur, mual, muntah, diare, nyeri perut.

Efek paparan yang jangka panjang lebih banyak. Paparan pestisida dapat dikaitkan dengan risiko penyakit Parkinson yang lebih tinggi dan bisa mengubah gen tertentu yang terlibat dalam perkembangannya.

Ada pula kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit alzheimer dan kanker tertentu. Untuk paparan pada perempuan, risikonya jauh lebih tinggi karena berkaitan dengan hormon. Seperti kanker payudara, tiroid dan ovarium.

Bahkan ni ya, beberapa penelitan menemukan bahwa penggunaan pestisida dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker lainnya. Seperti kanker prostat, paru-paru dan hati.

Kalau anak yang terpapar, lebih serius lagi nih! Penggunaan pestisida mungkin memiliki beberapa efek negatif yang kerap dikaitkan dengan kanker, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan autisme.

BISA DICEGAH ?

Sebenarnya tingkat pestisida pada hasil pertanian bisa kita kurangi dengan memasak atau mengolah makanan dengan benar. Kalau bilangnya World Health Organization (WHO), mengupas atau memangkas buah dan sayuran juga dapat menghilangkan residu pestisida dari kulit luarnya, meskipun ini dapat menurunkan nilai gizinya.

Pada dasarnya, tingkat pestisida dapat berkurang 10-80 persen dengan berbagai metode memasak dan pengolahan makanan.

Mencuci dengan air keran, bahkan tanpa sabun atau deterjen khusus juga bisa mengurangi tingkat pestisida hingga 60-70 persen. Tapi sebenarnya ini nggak disarankan karena mencuci produk dengan air bukanlah metode yang paling efektif. Pasalnya pestisida bisa menembus jauh ke dalam buah dan sayuran. Jadi dicuci dengan menggunakan larutan pembersih komersial atau sabun khusus food grade.

Selain itu juga merendam sayuran dengan air panas, karena bisa memicu pelepasan dan mengurangi pestisida ke dalam air dan uap air. Perendaman bisa dilakukan 10-15 menit. Kemungkinan menurunkan residu pestisida 38-97 persen.

BAGAIMANA DENGAN KASUS ANGGUR MUSCAT INI ?

Jadi ada 24 sampel yang diuji. 23 sampel diantaranya ditemukan mengandung bahan kimia berbahaya secara berlebihan, yakni klorpirifos. Klorpirifos adalah insektisida golongan organosfosfat yang bersifat non sistemik yang bekerja ketika terjadi kontak dengan kulit, termakan dan terhirup. Ini senyawa kimia yang cukup beracun.

Nggak hanya di 24 sampel ini juga. Ada pula 22 sampel lainnya yang ditemukan terkontaminasi 14 residu kimia. Zat kimia yang ditemukan diantaranya Bifenazate, Dinotefuran, Fluopyram, Boscalid, Fluopicolide, Pyrimethanil, Ametoctradin, Tetraconazole, Ethirimol, Metrafenone, Fludioxonil, Bupirimate, Isopyrazam, Oxathiapiprolin, Biphenyl, dan Cyazofamid.

Jadi ni Vox and Voxy, residu yang ditemukan di Thailand merupakan pestisida sistemik,yang diserap ke dalam anggur dan membuatnya tampak segar untuk jangka waktu lama. Menurut Prokchon U-sap, pestisida sistemik ini tidak dapat dengan mudah menghilang dari anggur dengan dicuci di udara.

Semoga di Indonesia secepatnya ada hasil dari sampel BPOM RI ya, Vox and Voxy! Biar nggak ada korban lagi yang makan anggur muscat berpestisida ini.

Ikuti VOXnews di Google Berita

.

Bagikan berita ini:

-

VOXnews