TENGGARONG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas sosialisasi aplikasi perpustakaan digital i-Kukar untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Upaya ini mulai menunjukkan perkembangan dengan bertambahnya jumlah anggota dari sebelumnya sekitar 175 hingga 200 orang, kini mencapai kurang lebih 1.200 anggota.
Kepala Diarpus Kukar, Ridha Dermawan mengatakan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Meski demikian, jumlah anggota saat ini dinilai masih perlu ditingkatkan agar layanan perpustakaan digital dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.
“Jumlah anggota sudah mencapai 1.200. Memang masih rendah dan perlu terus dikembangkan, tetapi ini menjadi tantangan bagi kami,” ujar Ridha.
Menurutnya, peningkatan jumlah anggota perlu diimbangi dengan pengembangan koleksi buku agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan bacaan. Saat ini, koleksi perpustakaan yang dikelola Diarpus Kukar tercatat sekitar 24 ribu judul buku dengan total kurang lebih 186 ribu eksemplar.
Jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan membaca masyarakat yang beragam. Karena itu, Diarpus Kukar terus berupaya mengoptimalkan koleksi yang tersedia sekaligus memperluas jangkauan layanan digital, meskipun di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Ridha menjelaskan, aplikasi i-Kukar memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses bahan bacaan tanpa harus datang langsung ke gedung perpustakaan. Melalui layanan buku elektronik atau e-book, masyarakat cukup menggunakan telepon genggam dan koneksi internet untuk membaca.
“Masyarakat bisa membaca di mana saja, asalkan ada internet. Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa layanan perpustakaan digital ini tersedia dan dapat dimanfaatkan,” ujarnya.
Pemanfaatan i-Kukar juga terus didorong di lingkungan pendidikan. Sekolah menjadi salah satu sasaran sosialisasi agar para murid mengenal layanan tersebut dan menjadikannya sebagai alternatif kegiatan membaca yang mudah dijangkau.
Dengan begitu, telepon genggam tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan menambah pengetahuan.
Diarpus Kukar mencatat sosialisasi perpustakaan digital telah dilakukan di sekitar 40 hingga 50 sekolah. Kegiatan tersebut akan terus diperluas agar semakin banyak pelajar mengenal dan memanfaatkan layanan membaca digital.
Ridha menegaskan, pengenalan perpustakaan digital di sekolah menjadi salah satu fokus pengembangan. Pelajar dinilai sebagai kelompok yang perlu dibiasakan membaca sejak dini agar pemanfaatan teknologi juga dapat mendukung kegiatan belajar.
Selain lingkungan pendidikan, masyarakat di desa dan kelurahan turut menjadi sasaran sosialisasi. Langkah ini dilakukan agar layanan i-Kukar dapat menjangkau warga secara lebih merata, tidak hanya masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan.
“Kami terus mengembangkan dan menyosialisasikan perpustakaan digital ini. Tantangannya bagaimana menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk sekolah-sekolah dan warga di desa maupun kelurahan,” pungkasnya. (Adv/Hae)