TENGGARONG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyalurkan satu unit bus pelajar untuk Kecamatan Sanga-Sanga. Pengoperasian bus tersebut akan melibatkan kalangan pemuda dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Kepala Dishub Kukar, Junaidi, mengatakan penyaluran bus tersebut berawal dari audiensi KNPI bersama relawan di Sanga-Sanga. Dalam pertemuan itu, mereka mengajukan permohonan bantuan bus untuk mendukung mobilitas pelajar.
Menurut Junaidi, para pemuda menyatakan kesiapannya untuk mengelola operasional bus secara mandiri, termasuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan pengemudi.
“Mereka menyampaikan, kalau dibantu bus, pengoperasiannya akan dilakukan oleh kawan-kawan pemuda di Sanga-Sanga. Untuk BBM dan sopirnya, mereka akan mengelola secara mandiri,” kata Junaidi, Rabu (28/10/2026).
Ia menilai, komitmen tersebut menjadi salah satu pertimbangan Dishub Kukar dalam merealisasikan bantuan. Terlebih, para pemuda setempat dinilai memiliki pengalaman memperbaiki dan mengelola aset yang sebelumnya kurang layak agar kembali dapat dimanfaatkan.
Mereka juga berencana berkolaborasi dengan relawan pemadam kebakaran (damkar), KNPI, perusahaan, serta berbagai pemangku kepentingan di Sanga-Sanga untuk mendukung keberlangsungan operasional bus.
Junaidi menjelaskan, bus tersebut merupakan bantuan Kementerian Perhubungan yang diusulkan Dishub Kukar pada 2025. Usulan itu mendapat respons positif hingga akhirnya satu unit bus berkapasitas 19 penumpang diterima sekitar Desember 2025.
“Alhamdulillah, usulan kami direspons dengan baik oleh Kementerian Perhubungan dan dibantu satu unit bus dengan kapasitas 19 tempat duduk,” ujarnya.
Terkait pemanfaatannya, Dishub Kukar telah memberikan sejumlah alternatif rute kepada pemerintah kecamatan dan para pemuda setempat. Bus dapat digunakan untuk mengangkut pelajar dari Sanga-Sanga Muara menuju kawasan Sanga-Sanga Dalam atau pusat kecamatan.
Alternatif lainnya adalah melayani pelajar dari wilayah Pendingin menuju pusat Kecamatan Sanga-Sanga.
Namun, penentuan rute dan pola operasional sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah kecamatan bersama para pemuda setempat. Mereka dinilai lebih memahami kondisi lapangan dan kebutuhan transportasi pelajar di wilayah tersebut.
Junaidi menegaskan, bus harus diprioritaskan bagi pelajar yang benar-benar membutuhkan bantuan transportasi, terutama mereka yang selama ini harus berjalan kaki atau menumpang kendaraan lain untuk berangkat ke sekolah karena keterbatasan biaya.
“Kami hanya berpesan agar diprioritaskan untuk masyarakat yang memang sangat membutuhkan. Kalau ada pelajar yang harus berjalan kaki atau menumpang kendaraan lain karena kendala biaya, kami harapkan mereka menjadi prioritas,” tuturnya.
Terkait kemungkinan penambahan armada, Junaidi mengatakan Dishub Kukar masih mempertimbangkan rencana pengadaan bus pada anggaran 2027.
“Untuk saat ini, satu unit bus yang telah disalurkan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal guna membantu akses transportasi pelajar di Kecamatan Sanga-Sanga,” pungkasnya. (Adv/Hae)