Pria di Kukar Aniaya Kekasih Hingga Babak Belur Gegara Cemburu, Berujung Ditangkap Polisi

Pria di Kukar Aniaya Kekasih Hingga Babak Belur Gegara Cemburu, Berujung Ditangkap Polisi. (Istimewa)

Caption: Pria di Kukar Aniaya Kekasih Hingga Babak Belur Gegara Cemburu, Berujung Ditangkap Polisi. (Istimewa)

TENGGARONGSeorang pemuda di Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berinisial M (30), ditangkap polisi setelah menganiaya kekasihnya sendiri hingga babak belur. Penangkapan pelaku dilakukan tak lama setelah kejadian, pada Jumat (5/12/2025) malam.

Kapolsek Muara Wis Iptu Al Anas memaparkan, insiden itu berlangsung ketika pelaku mendatangi korban di tempat kerja sekitar pukul 00.00 Wita. Kala itu, M datang dalam kondisi emosi karena cemburu melihat kedekatan korban dengan salah satu temannya.

Sebelum mengalami kekerasan, korban sudah mencoba memberikan penjelasan kepada pelaku. Namun, pelaku tetap menuding korban menjalin kedekatan lain. Ketegangan meningkat ketika korban menyatakan ingin mengakhiri hubungan asmara mereka.

“Ucapan itu justru memantik kemarahan pelaku, hinga berakhir pemukulan,” ucap Iptu Anas saat dihubungi wartawan, Selasa (9/12/2025).

Iptu Anas juga memaparkan bahwa pelaku sempat memukul dan menginjak tubuh korban hingga mengalami sejumlah luka. Merasa tidak aman, korban langsung menuju Polsek Muara Wis untuk meminta perlindungan serta melaporkan tindak kekerasan tersebut.

“Setelah menerima laporan, unit Reskrim segera bergerak dan melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, serta mengamankan pelaku tanpa perlawanan,” kata Iptu Anas.

Pelaku kini telah diamankan pihak kepolisian dan menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Muara Wis. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu helai baju singlet warna putih dan satu rok pendek warna coklat milik korban yang digunakan untuk kepentingan pembuktian.

Penyidik membuka pasal dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap pacarnya sendiri. Proses hukum masih berlangsung, termasuk pendalaman motif dan kondisi psikologis pelaku saat kejadian.

Hingga kini polisi belum membeberkan detail hasil visum korban, namun memastikan tindakan kekerasan fisik menjadi unsur utama dalam laporan tersebut. (*)

Ikuti VOXnews di Google Berita

.

Bagikan berita ini:

-

VOXnews