TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menerima bantuan 11 unit pompa air dari TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk membantu menangani kekeringan yang melanda sejumlah lahan pertanian. Bantuan tersebut disalurkan dari Panglima TNI melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, kemudian diteruskan kepada BPBD Kabupaten Kukar.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri mengatakan bantuan pompa tersebut akan dimanfaatkan untuk dua kebutuhan. Dalam jangka pendek, pompa diprioritaskan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta membantu mengatasi kekeringan.
“Untuk jangka panjangnya nanti kita sudah persiapkan untuk pengairan di sawah-sawah. Tapi untuk jangka pendeknya ini kita optimalkan untuk penanganan karhutla di sekitar daerah Kutai Kartanegara,” ucapnya saat diwawancarai pada Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, BPBD Kukar telah menentukan sejumlah titik untuk distribusi pompa. Pompa tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran air ke lokasi yang membutuhkan.
Ia menyebut Kukar sebenarnya memiliki sumber air yang cukup. Namun, persoalan utama berada pada jarak antara sumber air dan lahan yang membutuhkan pasokan air.
“Karena sumber-sumber air itu ada di tempat kita, akan tetapi sebagian besar itu ada jarak untuk mendistribusikan air tersebut,”jelasnya.
Selain itu, sejumlah jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier di Kukar disebut sudah dalam kondisi baik. Kondisi tersebut memungkinkan pompa dimanfaatkan untuk mengalirkan air menuju jaringan irigasi yang tersedia.
“Kita tinggal meng-connect-kan nanti aliran air dari pompa ini ke saluran irigasi yang kita miliki,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu petani, terutama karena sebagian tanaman padi saat ini sedang berada dalam masa pertumbuhan. Bahkan, sebagian tanaman sudah memasuki fase bunting atau menjelang pembentukan bulir.
“Sehingga ini bisa menolong untuk sawah-sawah kita yang hari ini sebagian besar padi-padi kita sedang proses pertumbuhan, bahkan ada yang sudah kalau istilah kawan-kawan petani sudah bunting untuk persiapan panen nantinya,”tuturnya.
Tak hanya menghadapi kekeringan, pompa tersebut juga disiapkan untuk mengantisipasi genangan dan banjir ketika curah hujan kembali tinggi.
Pompa dapat digunakan untuk menarik air dari titik-titik tertentu di sekitar persawahan, kemudian mengalirkannya ke tempat penampungan yang lebih besar.
“Ketika curah hujan tinggi, ini juga bisa mengatasi untuk air, untuk mendistribusikan air untuk mencegah biar tidak terjadi banjir,” ujarnya.
Air tersebut nantinya dapat dialirkan ke sejumlah lokasi penampungan seperti embung, void, maupun sungai yang berada di sekitar kawasan persawahan.
Dengan demikian, bantuan pompa diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara menghadapi kekeringan dan karhutla, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang untuk mendukung pengelolaan tata air dan produktivitas pertanian di Kukar. (Adv/Hae)