Voxnews

Hai Pekerja, Jangan Sampai Jadi Impostor Syndrome !

Ilustrasi Impostor Syndrome. (Istimewa)

Caption: Ilustrasi Impostor Syndrome. (Istimewa)

Hai Vox and Voxy! Kalian yang baru saja masuk ke dunia kerja, pasti banyak tantangan dan kegalauan yang dihadapi ya? Dengan persaingan antar rekan kerja memberikan dampak psikis. Bahkan, membuat kalian pesimis akan diri kalian sendiri.

Ternyata kondisi tersebut adalah istilahnya loh! Yaitu impostor syndrome. Impostor syndrome ini sebutan buat orang yang tidak punya rasa percaya diri, rendah diri, bahkan nggak pantas akan pencapaian dan kesuksesannya sendiri.

Istilah ini merupakan suatu gangguan psikologis yang mana orang yang memiliki sindrom ini meyakini kalau keberhasilannya hanya keberuntungan semata. Kondisi ini disertai dengan gangguan cemas dan depresi.

Sebagian besar, orang yang mengalami sindrom ini adalah orang yang perfeksionis dan ambisius. Karena ia membuat standar diri yang cukup tinggi. Sehingga, jika mendapatkan pencapaian atau penghargaan, ia rasa itu hanyalah sebuah kebetulan.

Yuk kenalan dengan impostor syndrome, Vox and Voxy!

Kenapa Bisa Muncul ?

Ada berbagai faktor yang membuat orang mengalami impostor syndrome. Diantaranya :

  • Tinggal di lingkungan yang kompetitif
  • Pola asuh orang tua yang selalu mengutamakan pencapaian ketimbang proses
  • Memiliki sifat perfeksionis
  • Memiliki sifat ambisius dengan standar kesuksesan yang tinggi
  • Sedang menjalani peran baru, misalnya sebagai mahasiswa atau pekerja kantoran

Apa Aja Sih Gejalanya?

Sebenarnya ada beberapa ciri-ciri gejala dari impostor syndrome Yaitu :

  1. Terlalu fokus pada pekerjaan saat ini, malah abai pekerjaan yang penting lainnya
  2. Tidak bisa menilai kemampuan diri sendiri secara realistis
  3. Memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah
  4. Mudah merasa frustasi, apalagi kalau mengalami kegagalan
  5. Mudah merasa cemas
  6. Perfeksionis banget
  7. Selalu khawatir terhadap performa kerja. Khususnya kalau bos atau rekan kerja memberikan ekspektasi lebih pada dirinya
  8. Sering kali menahan untuk tidak menunjukkan potensi dirinya untuk menghindari kesalahan
  9. Malas merayakan pencapaian diri sendiri karena khawatir tidak bisa mempertahankannya
  10. Tidak merasa puas dengan kinerjanya
  11. Menghindari promosi posisi karena tidak pantas menerimanya

Apa Bisa Diatasi?

Bisa dong, Vox and Voxy! Sindrom ini sebenarnya tidak 100 persen berdampak negatif, kalau memang dianggap sebagai sebuah tantangan. Dengan perasaan ketika mengalami sindrom ini, bisa kok jadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

Tapi karena sindrom ini disertai dengan anxiety yang bisa terjadi terus-menerus,kalau tidak diatasi, bisa jadi nggak bisa mengapresiasi diri sendiri. Bahkan, bisa jadi ragu-ragu untuk memaksimalkan peluang baru.

Nah kalian mengatasinya dengan beberapa cara :

  1. Ubah Pola Pikir

Kalian harus tanamkan di pikiran kalian kalau tidak ada hal yang sempurna di dunia ini. Mending fokus pada prosesnya, sehingga kalian lebih menghargai semua usaha kalian

  1. Curhat sama Orang Terdekat

Jika negative vibe ini terus kalian pendam, duh kalian akan berujung ke arah depresi. Apapun kegalauan kalian dalam hal karir, kalian bisa kok buka diri dan diskusi dengan orang-orang terdekat. Setidaknya, ada yang bisa mevalidasikan usaha kalian selama ini.

  1. Beri Penghargaan Buat Diri Sendiri

Apapun capaian yang kalian dapatkan, ayok beri selamat dan berterimakasih kepada diri sendiri sudah berhasil mencapai ke titik itu! Sekecil apapun capaian itu. Semakin kalian berikan pikiran-pikiran positif, yakin deh akan menghilangkan impostor syndrome itu.

Dipuji sama orang pun juga terima dengan kegembiraan ! Kalau perlu, tanyakan sekalian keunggulan apa yang kalian perlu pertahankan demi meningkatkan kinerja di masa depan.

  1. Kenali Diri Sendiri Lebih Dalam

Karena sindrom ini juga dipicu karena tekanan dan ekspektasi dari orang lain, mungkin saja kalian belum mengenal diri kalian lebih dalam. Kalian coba untuk kenali kelebihan dan kelemahan diri sendiri.

Dengan mengenal diri sendiri, maka ketika sindrom ini muncul, kalian bisa tahu cara mengatasinya.Pun bisa menerima kenyataan bahwa setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

Tapi kalau memang kalian tetap merasakan impostor syndrome ini terus dan malah mengganggu kinerja kalian, konsultasikan ke psikolog ya ! Ayo sama-sama hargai capaian diri sendiri, karena kalian semua berharga!

Penulis : Tim Voxnews

Ikuti VOXnews di Google Berita

.

Bagikan berita ini:

-

VOXnews