Aksi 214 Berakhir Ricuh, Gubernur Kaltim Bungkam, Polisi Amankan Sejumlah Massa

Aksi demo 214 di depan Kantor Gubernur Kaltim berujung ricuh. (Voxnews.id)

Caption: Aksi demo 214 di depan Kantor Gubernur Kaltim berujung ricuh. (Voxnews.id)

SAMARINDAAksi demo 214 yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa (21/4/2026), berujung ricuh. Massa yang terdiri dari mahasiswa, kalangan masyarakat hingga organisasi masyarakat (Ormas) sempat bertahan hingga malam hari sebelum akhirnya dibubarkan aparat.

Ketegangan meningkat saat massa yang sebelumnya menyuarakan tuntutan memilih tetap bertahan di lokasi. Aparat kepolisian yang telah bersiaga sejak siang hari kemudian memperketat pengamanan lantaran massa aksi enggan membubarkan diri meski telah lewat dari waktu yang telah ditentukan.

Situasi memanas menjelang malam, massa aksi sempat melemparkan botol air, batu, hingga kaca ke arah aparat. Untuk meminimalisir perbuatan anarkis, akhirnya aparat bergerak membubarkan massa yang masih melanjutkan aksi. Sejumlah peserta aksi juga dilaporkan diamankan pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di tengah situasi tersebut, Gubernur Kaltim Rudy Masud sempat terlihat keluar dari kantor sekitar pukul 19.45 WITA, setelah aksi berangsur mereda. Namun, momen itu justru menimbulkan sorotan.

Saat dimintai tanggapan oleh awak media terkait aksi yang berujung ricuh, Rudy tidak memberikan pernyataan. Ia memilih berjalan meninggalkan lokasi dengan pengawalan ketat aparat keamanan tanpa menjawab pertanyaan.

Sikap tersebut memunculkan tanda tanya, mengingat sebelumnya massa aksi disebut menuntut ruang dialog dengan pemerintah daerah.

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, menyampaikan bahwa Gubernur sebenarnya berada di kantor saat aksi berlangsung. Namun, upaya audiensi tidak berjalan karena tidak adanya kesepakatan teknis dengan massa aksi.

“Gubernur ada tadi di kantor. Jadi memang para pengunjuk rasa tidak mau perwakilan masuk untuk audiensi. Jadi Pak Gubernur tidak menerima,” ujarnya saat diwawancarai awak media usai aksi.

Terkait penanganan aksi, Endar menyebut pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah massa yang diamankan. Ia menegaskan pendekatan hukum akan dilakukan secara proporsional.

“Ada beberapa yang diamankan, tapi masih dalam tahap pemeriksaan. Kita lihat tingkat kesalahannya. Pendekatan represif akan kita kendorkan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pihak kepolisian tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, selama dilakukan dengan cara yang tertib.

“Kalau pun ada aksi lanjutan, itu hak mereka. Tapi kami berharap disampaikan dengan bijak dan elegan, agar tidak menimbulkan gangguan keamanan,” ujarnya.

Hingga malam hari, situasi di sekitar Kantor Gubernur Kaltim berangsur kondusif setelah aparat berhasil membubarkan massa. (*)

Ikuti VOXnews di Google Berita

.

Bagikan berita ini:

-

VOXnews