SAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gadjah Mada, Kamis (21/5/2026), berlangsung panas namun berakhir aman dan kondusif. Setelah sempat diwarnai pembakaran ban dan orasi keras, massa akhirnya diterima langsung oleh Rudy Mas’ud untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Sebanyak 30 perwakilan demonstran diperbolehkan masuk ke Kantor Gubernur guna melakukan dialog terbuka bersama Rudy Mas’ud. Pertemuan berlangsung cukup alot lantaran massa membawa sejumlah kritik terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Dalam aksi tersebut, demonstran menyampaikan dua tuntutan utama, yakni meminta Rudy Mas’ud mundur dari jabatannya atau mendukung penggunaan hak angket oleh DPRD Kaltim terhadap kebijakan pemerintah provinsi.
Menanggapi tuntutan itu, Rudy memilih menjelaskan bahwa mekanisme hak angket merupakan kewenangan legislatif dan harus dijalankan sesuai konstitusi.
“Ada aturan main, saya dukung hak angket. Cuma sesuai Pasal 20 UUD 1945. Tugas DPRD ada tiga, legislasi, budgeting, dan kontrol pengawasan,” ujar Rudy di hadapan massa aksi.
Ia juga mengingatkan agar setiap langkah politik dilakukan sesuai tahapan hukum yang berlaku dan tidak didorong hanya karena tekanan situasi.
“Nggak ada sesak napas langsung bedah jantung. Oke itu hak angket, hak penyelidikan. Tetapi sebelum penyelidikan, tanya dulu apa masalahnya,” katanya.
Saat demonstran menyinggung adanya fakta integritas terkait dukungan hak angket di DPRD Kaltim, Rudy kembali menegaskan bahwa proses tersebut harus diputuskan melalui mekanisme resmi lembaga legislatif.
“Fakta integritas itu harus diparipurnakan, nggak begitu caranya. Tanya hak angket ke sana, bukan ke sini. Saya setuju mereka melaksanakan hak angket,” tegasnya.
Sebelumnya, aksi sempat memanas ketika massa membakar ban di depan kantor gubernur sebagai simbol protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah daerah. Demonstran juga menyoroti isu pengadaan mobil dinas, renovasi rumah jabatan gubernur, persoalan beasiswa hingga layanan BPJS kesehatan masyarakat.
Meski suasana sempat tegang, jalannya demonstrasi tetap terkendali hingga selesai. Aparat kepolisian dan peserta aksi sama-sama menjaga situasi tetap aman sehingga tidak terjadi bentrokan selama kegiatan berlangsung.
Sebelum membubarkan diri, sejumlah peserta aksi bahkan tampak berjabat tangan dan berinteraksi akrab dengan aparat keamanan yang sejak pagi melakukan pengawalan di lokasi demonstrasi. (*)