Indibiz Borneo Dorong UMKM Perempuan Naik Level

Momentum Hari Kartini dimanfaatkan Indibiz Borneo untuk mendorong pelaku usaha perempuan lebih adaptif di era digital. (Voxnews.id)

Caption: Momentum Hari Kartini dimanfaatkan Indibiz Borneo untuk mendorong pelaku usaha perempuan lebih adaptif di era digital. (Voxnews.id)

BALIKPAPAN – Momentum Hari Kartini dimanfaatkan Indibiz Borneo untuk mendorong pelaku usaha perempuan lebih adaptif di era digital. Lewat webinar bertajuk “Kartini In This Economy – Menjadi Kartini di Era Digital”, Senin (27/4/2026), Indibiz menyasar UMKM perempuan dari berbagai daerah.

Kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti puluhan peserta dengan antusias tinggi. Mereka datang dengan satu kebutuhan yang sama: bagaimana bertahan dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif dan serba digital.

Hadir sebagai narasumber, Shinta Rizki Delvinda, womanpreneur sekaligus content creator, membagikan strategi praktis membangun bisnis di era digital. Ia menekankan bahwa kekuatan UMKM hari ini bukan hanya pada produk, tetapi pada cara membangun citra dan koneksi dengan pasar.

“Personal branding dan konsistensi konten itu penting. Kalau tidak terlihat, bisnis kita akan kalah cepat,” tegasnya dalam sesi webinar.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku konsumen yang kini semakin bergantung pada platform digital. Menurutnya, pelaku usaha—terutama perempuan—harus berani memanfaatkan teknologi, mulai dari media sosial hingga platform penjualan online.

Tak hanya soal teknis, Shinta juga menekankan pentingnya mindset. Di tengah tekanan pasar, pelaku UMKM dituntut tidak hanya kreatif, tetapi juga tahan banting dan berani mengambil peluang.

Diskusi berlangsung hidup. Peserta aktif bertanya, mulai dari strategi meningkatkan penjualan hingga cara membangun kepercayaan pelanggan di platform digital. Interaksi ini menunjukkan bahwa tantangan UMKM perempuan bukan lagi sekadar modal, tetapi kemampuan beradaptasi.

Melalui kegiatan ini, Indibiz Borneo menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan digital, tetapi juga sebagai katalis pertumbuhan UMKM. Fokusnya jelas: mendorong lebih banyak perempuan menjadi penggerak ekonomi yang kuat di era digital. (*)

Ikuti VOXnews di Google Berita

.

Bagikan berita ini:

-

VOXnews