Vadel Badjideh Dibilang Idap NPD, Yuk Kenali NPD!

ILUSTRASI NPD.

Caption: ILUSTRASI NPD.

Hai Vox and Voxy! Masih ramai banget ya drama antara Laura Meizani atau Lolly, Nikita Mirzani dan Vadel Badjideh. Dalam drama ini, ada yang buat menarik untuk diperhatikan. Dimana, si Vadel seperti tersenyum enteng menghadapi permasalahan mereka sambil didampingi oleh kuasa hukumnya. Hmmm… mimik muka Vadel ini dikomen oleh salah satu netizen. Netizen mengatakan kalau Vadel bisa saja memiliki Narcissistic Personality disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik.

Nah.. sebenarnya apa sih NPD itu ? Apakah memang orang yang begitu narsis banget ? Di artikel ini, yuk kita kenal lebih jauh tentang NPD itu sendiri.

APA ITU NPD?

Gangguan kepribadian narsistik itu kondisi di mana seseorang merasa dirinya lebih baik dari orang lain, sehingga dia selalu ingin dikagumi dan menjadi pusat perhatian. Orang yang memiliki gangguan ini punya sifat yang egois dan kurang berempati terhadap perasaan orang lain di sekitarnya.

Narsistik ini beda loh dengan rasa kepercayaan diri. Rasa ke-pede-an yang positif itu terbentuk berdasarkan kualitas diri dan pencapaian. Sedangkan narsistik, kerap didasari oleh ketakutan apabila orang lain melihat kelemahannya dan rasa takut akan kegagalan.

Jadi, kalau orang NPD dikritik sama orang lain, rentan banget jatuh ke dalam depresi!

NPD ini rentan dialami oleh laki-laki dibandingkan perempuan. Kondisi ini sering kali juga dimulai saat usia remaja atau dewasa muda, kemudian dapat berlanjut hingga masa dewasa akhir.

KOK BISA PUNYA NPD?

Sebenarnya, belum ada penyebab pastinya muncul NPD ini. Tetapi bisa ada beberapa faktor pemicu yang meningkatkan risiko narsistik, diantaranya :

  • Faktor Neurobiologi

Hubungan antara otak dengan perilaku dan pola pikir

  • Faktor Keluarga

Memiliki keluarga dengan riwayat NPD juga. Pun, karena pola asuh orang tua yang tidak tepat. Seperti terlalu menuntut tinggi atau bahkan memanjakan anak secara berlebihan

  • Faktor Masa Lalu

Terlalu banyak atau kurang menerima pujian selama masa kanak-kanak. Pengalaman traumatis di masa lalu, seperti penelantaran atau kekerasan

  • Faktor Karakter Diri

Memiliki karakteristik dan sifat yang mudah emosi

GEJALANYA GIMANA TUH?

Gejala NPD itu berbeda-beda pada tiap pengidap. Tetapi yang biasanya muncul nih seperti :

  1. Merasa pantas dikagumi secara berlebihan
  2. Mementingkan kepentingan diri sendiri
  3. Merasa lebih unggul dari orang lain (superior complex)
  4. Melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perhatian orang lain, misalnya berpura-pura sakit
  5. Menganggap orang lain lebih rendah
  6. Mengharapkan diperlakukan secara khusus oleh orang lain
  7. Memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi
  8. Bersikap arogan dan angkuh
  9. Menginginkan kesempurnaan dalam segala hal
  10. Merasa iri dan terancam atas kehadiran atau pencapaian orang lain
  11. Tidak dapat memahami perasaan atau emosi orang lain
  12. Sering berkhayal tentang kesuksesan, kekuasaan, penampilan yang rupawan dan pasangan yang sempurna

Banyak ya, Vox and Voxy! hehehe. Tapi simpelnya adalah kamu bisa tahu orang tersebut mempunyai NPD, melihat reaksinya ketika dikritik. Dia pasti muda tersinggung dan marah, nggak sabaran, bersikap superior, kesulitan mengatur perasaan, depresi dan murung saat tidak mendapatkan apa yang diinginkan, kesulitan mengelola stres serta menyembunyikan perasaan insecure dan malu.

APA AJA BENTUK NPD?

Ada 4 jenis NPD sebagai berikut :

  1. Narsistik Tampak

Gradiose narcissism atau narsistim tampak menunjukkan sikap arogan, kompetitif, percaya diri berlebihan, tidak mempunyai empati dan senang mengintimidasi orang lain untuk kepentingan pribadinya. Pengidap narsistik jenis ini sering kali menceritakan kemampuannya secara berlebihan dan merendahkan orang lain

  1. Narisistik Terselubung

Covert Narcissism ini memiliki keyakinan kuat bahwa dirinya lebih unggul dari orang lain, namun tidak menunjukkannya secara terbuka dan hanya disimpan dalam ahti.

Meski nggak sefrontal itu, pengidap jenis narsistik ini cenderung mementingkan diri sendiri, tidak memiliki empati dan menginginkan perhatian lebih dari orang lain. Tak jarang pengidap juga memosisikan diri sebagai korban ketika menganggap dunia telah gagal dalam mengenali potensinya, sehingga rentan mengalami depresi

  1. Narsistik Antisosial

Antagonistic Narcissism merupakan jenis narsistik yang tanda-tandanya hampir sama dengan narsistik tampak. Hanya saja, pengidap jenis narsistik ini cenderung mengambil keuntungan dari orang lain tanpa rasa bersalah setelahnya.

Pengidap jenis ini cenderung mendendam dan sulit memaafkan orang lain. Selain itu, mereka juga sering memulai perdebatan dengan orang lain dan selalu merasa tersaingi atau selalu ingin menang dalam berkompetisi

  1. Narsistik Prososial

Orang dengan narsistik prososial selalu melakukan perbuatan baik namun tujuannya tak jauh dari mendapatkan perhatian dan pengakuan sebanyak mungkin dari orang lain. Pengidap narsistik prososial mengahrapkan pujian atau validasi agar bisa merasa puas dan bangga pada diri sendiri

BISA DICEGAH NGGAK ?

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko timbulnya narsistik diantaranya mempelajari pola asuh anak yang benar dengan berkonsultasi dengan terapis atau menjalani kelas parenting; melakukan terapi keluarga untuk mengatasi tekanan atau konflik emosional yang dialami dan mengetahui cara komunikasi yang sehat; serta segera menjalani pengobatan apabila mengalami gangguan mental, terutama bila muncul saat masa kanak-kanak.

KALAU TERLANJUR GIMANA?

Vox and Voxy, beberapa pengobatan bisa dilakukan kok !

  • Terapi Wicara

Terapi ini membantu pasien membangun komunikasi yang baik dengan orang lain dan memberi pemahaman pada pasien mengenai dampak perilaku narsistik

  • Terapi Perilaku Kognitif

Terapi ini membantu merubah perilaku pasien yang merusak agar bisa menjadi lebih realistis

  • Pengobatan

Ada pemberian obat-obatan. Seperti antidepresan, antimania dan antipsikotik. Tapi ingat ini pengobatan bisa didapat hanya dari resep dokter ya! Awas macam-macam !

Semoga terbantu ya ! Semoga kita bukan orang yang narsis, tapi memiliki kepercayaan diri karena kemampuan kita !

PENULIS : Tim Voxnews

Ikuti VOXnews di Google Berita

.

Bagikan berita ini:

-

VOXnews