JAKARTA – Terpecahnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjadi Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif (KemenEkraf), mengalami transisi. Proses ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2024.
Melalui Siaran Pers Jum’at (25/10/2024), Plt Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati mengungkapkan, hingga saat ini proses persiapan transisi terus dimatangkan. Seperti pemetaan jabatan, pemindahan para pegawai hingga penempatannya.
“Kami seluruh perangkat di sini dipimpin oleh Plt. Sesmen selaku PIC, terus melakukan program persiapan transisi mulai dari SDM, aset dan juga BMN (Barang Milik Negara), pemisahan DIPA atau anggaran, kemudian juga hal-hal lain yang menunjang mulai dari proses pemindahan maupun pemisahan dari kewenangan Kementerian Parekraf menajdi dua kementerian,”terangnya.
Meski masih dalam masa transisi, Dessy memastikan layanan pariwisata dan ekonomi kreatif bagi masyarakat berjalan seperti biasa. Begitu juga target-target yang telah ditetapkan baik di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masih berjalan dengan baik.
“Kami tentu berharap dukungan dari masyarakat atas proses transisi ini, dalam upaya pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan. Dan sekali lagi kami pastikan layanan pariwisata dan ekonomi kreatif bagi masyarakat dalam masa transisi ini akan tetap terlayani dengan baik,” ujar Dessy.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, sebelumnya menetapkan empat program prioritas yang akan dijalankan dalam enam bulan ke depan. Yakni hearing aspirasi transformasi pariwisata dengan pihak-pihak terkait; Tourism 5.0 mencakup pemasaran Calendar of Events berbasis digital dan AI travel assistance; serta perumusan grand strategy penggunaan Indonesia Quality Tourism Fund untuk diversifikasi atraksi nusantara dan acara berskala internasional.
Selain itu, merancang kerja sama dengan instansi kelas dunia untuk transfer of knowledge guna mewujudkan sekolah unggulan pariwisata kelas dunia.
Sementara Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam 100 hari pertama menjabat memulai agendanya dengan melakukan rapat koordinasi bersama pejabat internal di lingkungan Kemenkraf/Bekraf guna menyusun langkah dan strategi yang diperlukan selaras dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran.(*)