Depresi: Kenali, Tangani, Berbahagialah!

ILUSTRASI DEPRESI.

Caption: ILUSTRASI DEPRESI.

Hai Vox and Voxy! Kesehatan mental menjadi hal yang harus kita jaga dan rawat. Dengan mental yang baik, maka hidup kita akan bahagia.

Namun saat ini, banyaknya kasus-kasus bunuh diri di Indonesia. Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal nasional Polri, sebanyak 849 kasus bunuh diri yang terjadi di Indonesia sepanjang Januari 2024 sampai 19 Agustus 2024.

Psikolog di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Mira Damayanti Amir mengatakan, penyebab paling banyak yang membuat seseorang melakukan bunuh diri adalah karena depresi akan kehidupannya.

Nah di Hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023, Kaltim sendiri menjadi provinsi penyumbang kedua prevalensi penduduk dengan gangguan depresi, yakni sebesar 2.2 persen.

Menjadi hal penting yang perlu kita ulas nih, Vox and Voxy! Agar kita maupun keluarga dan teman kita bisa mencegah agar tidak adanya depresi hingga bunuh diri. Melalui artikel ini, ayo kita pelajari tentang depresi.

APA ITU DEPRESI?

Depresi atau gangguan depresi mayor adalah gangguan kesehatan mental yang memengaruhi perasaan, cara berpikir dan cara bertindak seseorang.

Gejala paling umumnya, seperti merasa sedih dan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang biasa dilakukan. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik.

Efeknya pun bisa berlangsung lama atau bahkan berulang, serta memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kalau memburuk dan tidak ditangani lebih cepat, yaaa berujung ke bunuh diri.

APA SAJA BENTUK DEPRESI?

Ada beberapa tingkat keparahan dari depresi :

Depresi Mayor

Jenis gangguan kesehatan mental ini muncul dengan gejala berupa perasaan sedih dan mengalami kehilangan minat. Kondisi ini bisa muncul setiap waktu dan berlangsung selama sekitar 2 minggu atau bahkan lebih.

Distimia

Distimia atau gejala depresi yang kronis (persisten depressive Disorder). Jenis ini termasuk dalam depresi mayor yang telah terjadi dalam waktu yang lama. Setidaknya 2 tahun.

Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar ini ialah masalah suasana hati yang muncul dengan gejala berupa perubahan emosi dan suasana hati yang drastis pada dua rentang berbeda.

Ketika mengalami masalah kesehatan mental ini, seseorang dapat berada pada fase maniak atau senang berlebihan dan depresi mayor (perasan sedih dan putus asa).

Depresi Postpartum

Depresi ini umumnya terjadi pada ibu yang baru melahirkan atau biasa dikenal sebagai baby blues. Biasanya ini terjadi dalam waktu kurang lebih 1 tahun setelah persalinan.

Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

Jenis ini identik dengan para perempuan. Gejalanya terlihat sekitar 1 minggu sebelum hari menstruasi,  dan menghilang ketika haid tiba. Tapi ini beda ya sama gejala dari PMS atau premenstrual syndrome.

Depresi Atipikal (Atypical Depression)

Jenis ini biasanya muncul dengan beberapa gejala depresi yang tidak khas. Misalnya kenaikan berat badan yang signifikan, terlalu banyak tidur, penolakan dan sedih yang berlebihan. Gejala ini akan mulai mereda jika pengidapnya mengalami kejadian atau suasana yang positif.

Psychotic depression

Ini merupakan kondisi gangguan kesehatan mental yang muncul pada seseorang yang mengalami depresi parah, bersamaan dengan gejala psikotik. Misalnya delusi, halusinasi dan masalah pola pikir.

FAKTOR PEMICU TERJADINYA DEPRESI

Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya depresi antara lain:

– Memiliki riwayat gangguan kesehatan mental pada keluarga

– Menyalahgunakan alkohol atau obat terlarang

– Memiliki diri kepribadian tertentu. Seperti rendah diri, terlalu keras dalam menilai diri sendiri, pesimis atau terlalu bergantung kepada orang lain

– Mengidap penyakit kronis atau serius. Seperti gangguan hormon tiroid, cedera kepala, HIV/AIDS, diabetes, kanker, stroke, nyeri kronis atau penyakit jantung

– Mengonsumsi obat-obatan tertentu. Seperti beberapa obat tekanan darah tinggi atau obat tidur

– Mengalami kejadian traumatik. Seperti kekerasan seksual, kematian, kehilangan orang yang dicintai atau masalah keuangan

CIRI-CIRINYA APA?

Gejala depresi bisa diperhatikan dari sisi kejiwaannya dan fisiknya.

Untuk aspek kejiwaan, cirinya sebagai berikut:

Sering menyalahkan diri sendiri karena selalu memiliki rasa bersalah.
Kerap merasa rendah diri, tidak berharga, dan putus asa.
Selalu merasa khawatir dan cemas yang berlebihan.
Memiliki suasana hati yang buruk atau sering merasa sedih berlebihan.
Sensitif, mudah marah, dan lebih sering menangis.
Kesulitan berpikir, mengambil keputusan, dan berkonsentrasi.
Menunjukkan sikap apatis pada lingkungan sekitar.
Tidak menunjukkan ketertarikan dan tidak mempunyai motivasi untuk semua hal (anhedonia).
Selalu memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau melakukan percobaan bunuh diri.

Kalau untuk aspek fisiknya ialah:

Tubuh merasa kelelahan dan tidak bertenaga.
Nafsu makan menurun atau bahkan tidak berselera.
Mengalami sulit tidur atau justru tidur berlebihan.
Nyeri dan pusing tanpa penyebab yang jelas.
Bicara dan gerak tubuh yang lebih lambat daripada biasanya.
Penurunan atau hilangnya gairah seksual.
Berat badan naik atau justru menurun.

GIMANA NGATASINNYA ?

Vox and Voxy, merasa sedih sesekali itu memang hal yang wajar kok. Tapi kalau berlarut dan menjadi depresi, ini perlu diatasi. Ada beberapa cara kecil yang bisa kalian lakukan untuk kalian hilangkan depresi ini.

1. Tetap berhubungan dengan orang lain

2. Lakukan hal-hal yang menyenangkan

3. Aktif bergerak

4. Konsumsi makanan sehat anti depresi

5. Dapatkan paparan sinar matahari

Tapi… sebaiknya memang kalian konsultasi ke psikolog atau psikiater yaa agar bisa mendapat saran perawatan dan penanganan yang tepat!

Yuk sayangi diri kalian ! Hidup kalian itu berharga. Jadi berbahagialah, Vox and Voxy!

Penulis : Tim Voxnews

Ikuti VOXnews di Google Berita

.

Bagikan berita ini:

-

VOXnews